Burung Biru


BAB I

Awal Tidak Selalu Menjadi Pembuka Sebuah Cerita

Pagi itu, terik matahari menembus jendela kamar dan membuat seseorang yang ada di sana terbangun. Wanita itu merenggangkan badannya dan sesekali menguap. Semalam dia baru tidur jam 3 dini hari. Bukan karena belajar, tetapi sibuk dengan akun twitternya yang setiap hari tak pernah terlewatkan. Bagi Carissa, bermain twitter sudah menjadi prioritasnya saat ini, karena di sana ada seseorang yang dia suka sejak 6 bulan lalu.

Carissa segera bersiap untuk mengikuti kelas pagi. Sialnya, dia harus megantri selama sekitar 10 menit karena pada saat dia bangun ternyata kamar mandi sudah ada kakak kelasnya yang lebih dulu memasuki kamar mandi kos. Tentu saja selama 10 menit menunggu hal yang di lakukan Carissa yaitu mengscroll twitter yang pada pagi ini belum ada notifikasi. 10 menit telah berlalu dan kamar mandi kos terlihat kosong. Carissa segera meletakkan ponselnya di atas kasur lalu bersiap untuk mandi. Sekitar 20 menit dia mandi dan bersiap untuk berangkat. Carissa mengambil ponsel untuk mengecek jam "sial aku terlambat" ucapnya. Jam sudah menunjukkan pukul 06.50 tepat 10 menit lagi kelas akuntansi intermediate akan segera di mulai tetapi Carissa masih saja berada di kamar kos.

Ponsel Carissa berdering

"Lo dimana ? Cepatlah jangan sampai terlambat. Tau kan kalau terlambat lo gak bakalan dibolehin masuk kelas oleh pak puji" ucap sahabat nya di seberang telepon.

"Gue masih di kos. Setelah ini berangkat. Gue titip kursi ya" ucapnya yang sibuk memakai sepatu dengan ponsel yang tergeletak di lantai

"Iya iya aman kalau kursi" panggilan telepon pun terputus dan Carissa pun segera berlari menuju kampus.

Carissa berusaha berlari semampunya agar sampai di kelas sebelum pukul 07.00. Banyak mahasiswa yang lalu-lalang dan sesekali melihat Carissa dengan pandangan bingung. Dia tidak peduli dengan orang – orang yang ada di sekelilingnya. Yang dia fikirkan saat ini, bagaimana caranya agar dia tidak terlambat masuk kelas. Dengan totebag biru di tangannya, dia terus berlari. Sesampainya di dekat gedung A, tiba tiba ada yang menabraknya

BUUG

Bahu Carissa terasa sakit, namun dia tidak Peduli dan menghiraukan orang itu. Dia buru - buru meninggalkan tanpa mengucap sepatah kata pun. Orang yang dia tabrak hanya menatap Carissa sambil memperhatikan wanita itu hingga hilang memasuki lorong kelas. 

Carissa memasuki kelas dengan nafas tidak beraturan “hampir saja terlambat”.

Zana teman Carissa yang tadi pagi menelepon hanya bisa tertawa “Lo kesiangan pasti kan. Makanya jangan begadang”.

Carissa yang masih mengatur nafas hanya bisa menatap sahabatnya dengan wajah memelas. Ruangan kelas sudah hampir penuh, jam telah menunjukkan pukul 07.00 tetapi dosen belum juga memasuki kelas. Ada beberapa dosen yang tepat waktu tapi tak jarang juga karena beberapa alasan yang mengakibatkan dosen sering telat memasuki kelas. Kita sebagai mahasiswa hanya bisa sabar menunggu sampai ada konfirmasi apa kelas tetap ada atau libur atau bahkan di ganti hari lain jika dosen berhalangan hadir. Anak – anak yang lain sudah mulai banyak yang berfikiran bahwa kelas pagi ini akan kosong tetapi banyak juga yang merasa bahwa bisa saja dosen hanya telat. PJ atau penanggungjawab kelas dari tadi sudah di desak oleh yang lain untuk segera menghubungi dosen. Karena yang lain merasa jika memang hari ini kosong atau tidak ada kelas, lebih baik mereka pulang dan melakukan aktivitas lain daripada menunggu dan hanya membuang – buang waktu.

“Jadi kelas atau tidak sih?” Tanya salah satu mahasiswa yang kesal.

“Kosong udah nih pasti kosong” Saut salah satu mahasiswa laki – laki

Carissa merasa bahwa kelas pagi ini akan kosong karena Pak Puji, Dosen yang mengajar mata kuliah pagi ini biasanya akan datang tepat waktu. Itulah sebabnya, dia pagi ini harus berlarian agar tidak terlambat memasuki kelas. Tiba – tiba Intan PJ matkul akuntansi intermediet berkata sedikit agak keras agar teman – temannya mendengar

“Heh gengs, pak Puji baru ngasi kabar. Ternyata kelas hari ini kosong karena bapaknya ada rapat di rektorat”.

Mendengar berita itu, mahasiswa yang ada di kelas itu bersorak “yey kosong. Pulang!!” Ada beberapa anak yang menyauti “tau gitu aku tidak usah berangkat. Make up ku terbuang sia sia”. Carissa yang tadi pagi tergesa – gesa berangkat ke kampus pun merasa kesal

“Ya ampun. Kenapa gak bilang dari tadi pagi saja” ucapnya sambil menenggelamkan wajah di antara kedua tangannya di atas meja.

Satu persatu mereka keluar dari kelas. Namun, masih ada beberapa mahasiswa yang tetap di kelas hanya untuk mengobrol dan menyejukkan badan dengan AC yang ada di kelas. Hal yang biasa dilakukan oleh mahasiswa jika kelas kosong, mereka akan kembali ke kos atau rumah masing masing tetapi ada pula yang pergi ke ruang ormawa seperti BEM dan HIMA. Di kelas ini pun sama, hampir separuh anak menjadi budak proker. Yaps, istilah yang sering dipakai oleh lainnya untuk mengolok – ngolok mereka yang selalu bilang kalau dirinya sibuk dengan organisasi dan kepanitiaan. Carissa pun begitu, tahun ini dia menjadi salah satu staff di Kementrian Keuangan BEM Universitas. Rapat rapat dan rapat menjadi aktivitas yang hampir setiap minggu bahkan setiap hari dia lakukan. Tidak hanya itu saja, dia juga sering diminta untuk menjadi panitia kegiatan HIMA jurusannya. Walau sudah sering di sindir oleh orang tuanya karena terlalu sibuk dengan rapat dan kegiatan organisasi, Carissa tidak memperdulikannya. Bagi dia, selama hal itu membuatnya bahagia dan tidak kerepotan ya akan dia lakukan. Meskipun rasa lelah dan sering mengeluh tetap ada.

 “Daripada pulang ke kos, gimana kalau kita ke kantin? gue belum sarapan” ajak qatrin yang sedari tadi fokus pada ponselnya, mengscroll Instagram

“Pulang aja yuk. Gue mau masak di kos” tolak Zana

“Pulang aja udah. Hemat. Makan di kos aja” ucap Carissa sambil ketawa kecil.

Sudah menjadi kebiasaan Carissa bila ada yang mengajaknya untuk makan ke kantin pasti dia bilang HEMAT, HEMAT dan HEMAT. Bagi dia, daripada uang di pakai untuk membeli makanan di kantin yang harganya lebih mahal. Lebih baik beli makanan di dekat kos atau masak di kos dan uang nya bisa dia pakai untuk membeli Merchandise KPOP.

Lebih baik aku kelaparan daripada tidak membeli album dan photocard bias. Prinsip Carissa sejak dia bisa mengumpulkan uang dari jatah bulanannya yang nantinya akan dia gunakan untuk membeli printilan kpop. Kata HEMAT yang sering dia ucapkan tidak akan berlaku kali ini. Menurutnya jika membeli makanan hanya akan menjadi makanan dna berakhir di WC tetapi jika membeli Merchandise KPOP akan dapat menguntungkan baginya. Selain untuk koleksi pribadi, dia juga bisa menjualnya kepada teman se-fandom yang memiliki bias berbeda dengannya. Carissa pernah menghabiskan uang senilai Rp400.000 hanya untuk membeli photocard 6 biji. Teman – teman dia yang mendengar hal itu banyak yang sampai berfikiran bahwa Carissa sangat boros. Tetapi bagi Carissa hal itu bukan sesuatu hal yang dapat merugikan atau bahkan bisa sampai membuatnya miskin.

 Carissa dan teman – temannya pun  kembali ke kos masing – masing. Di tengah perjalanan kembali kos, Carissa berhenti sejenak untuk membeli lauk yang akan dia makan. Selama perjalanan kembali ke kos, mereka bertiga tak berhenti untuk mengobrol. Pada saat itu banyak mahasiswa yang baru akan berangkat menuju kampus dan ada pula yang akan kembali pulang seperti mereka bertiga. Mereka juga menyapa orang yang mereka temui di sana. Ya tentu saja orang yang mereka kenal. Di depan Gang 5A mereka berpisah, kos Carissa berada di Gang 5A sedangkan Qatrin di 5B dan Zana di 5C.

Sesampainya di kamar kos, Carissa meletakkan totebag biru yang selalu dia pakai kuliah dan istirahat sebentar di Kasur. Setelah merasa lelahnya hilang, Carissa beranjak ke meja belajarnya lalu membuka leptop karena teringat ada tugas yang harus segera dia selesaikan.

TUNG

Suara notifikasi di ponselnya berbunyi.

-@starlight_fox membuat twit-

Kancingnya hilang *Emoji ketawa*

‘Send pict ayen’

Carissa membuka ponselnya, melihat notifikasi tersebut. Senyum bahagia terpancar di wajahnya. Bagaimana tidak bahagia jika notifikasi tersebut berasal dari orang yang spesial baginya. Twit pertama di hari ini dari lelaki yang bernama Bayu. Lelaki yang dia kenal melalui social media twitter. Sudah hampir 6 bulan lamanya dia mengenal Bayu. Bukan hanya mengenal tetapi selama mengenal Carissa juga memiliki perasaan lebih terhadap lelaki itu. walau mereka tidak pernah bertemu secara langsung. Mungkin untuk sebagian orang menyukai seseorang yang belum pernah ketemu itu adalah suatu hal yang tidak masuk akal bahkan ada yang menganggapnya aneh. Namun, bagi Carissa itu tidak berlaku. Menurutnya perasaan suka terhadap seseorang itu suatu hal yang wajar karena terkadang memang kita tidak bisa mengontrol hal tersebut. Perasaan yang mulai timbul sejak awal bermutual dengan lelaki itu. interaksi mereka di twitter membuat Carissa mulai tertarik dengan Bayu. Berawal dari cuitan Bayu yang lewat di timeline Carissa, lalu wanita ini mulai menstalking akun Bayu dan bio lelaki itu membuatnya mulai penasaran.

Arch’18

Fanboy, seumuran dan sepertinya tampan. Tipe lelaki yang selalu Carisa idamkan. “Ternyata ayen punya fanboy juga dan seumuran dengan ku” batin Carissa pada saat membaca tulisan yang terdapat di bio twitter Bayu. Mulailah dia berusaha untuk mencari tau tentang bayu dan mencari cara agar mereka bisa berteman. Tiap hari bereka jb – jb an (istilah yang digunakan anak twitter pada saat saling interaksi) hingga akhirnya suatu ketika terjadi kehebohan di twitter. Ada faker yang mengaku jadi fanboy straykids. Itu menjadi alasan Carissa untuk mencoba berinteraksi dengan Bayu melalui fitur dm. Setelah itu mereka semakin dekat. Yang awalnya hanya membahas masalah kpop, sekarang mulai membahas masalah kuliah walau pembahasan mereka berdua tergolong pembicaraan tidak jelas.

Carissa merasa selama mengenal Bayu, lelaki ini susah untuk di dekati. Bisa dibilang dia lelaki yang lumayan dingin. Carisa berusaha untuk mencari perhatian ke Bayu. Apapun yang Bayu twit pasti di situ ada Jb an dari Carissa, seperti pada hari ini.

Ayen makin besar ya om. Udh siap ngelamar aku. Reply @_Carissakim

Wkwkwkkw. Masih pagi sudah halu saja. Reply @starlight_Fox

Melihat itu, carissa semakin bahagia dan senyumnya semakin melebar. Hatinya berbunga bunga setiap melihat cuitan dari lelaki itu. Carissa yang masih sibuk scroll twitter nya tidak sadar bahwa sudah 2 jam dia melakukan aktivitas itu. Padahal tadi dia berniat akan mengerjakan tugas.

"kenapa sudah jam segini saja. Jam 10 aku kan ada janji" umpat nya. Carissa mematikan leptopnya dan segera bersiap untuk pergi.

TOK TOK TOK.

Pintu kamarnya berbunyi seperti ada yang mengetuk.

"kak carissa di dalam?" tanya orang yang tadi mengetuk pintu.

"iya. Masuk aja" ucap carissa yang sedang berkaca untuk mengecek make up nya. Mendengar itu, Devi membuka pintu kamar lalu berjalan menuju kasur sambil memandang carissa.

"kak mau kemana ? Tadi g kuliah?" tanyanya.

"mau ke cafe ada janji sama anak anak kemenkeu" ucap carissa buru - buru.

"oh yasudah hati hati ya" Devi keluar kamar meninggalkan carissa yang sedang membereskan leptop yang akan dia bawa pergi. Setelah itu dia bergegas mengunci kamar dan pergi menuju café. Devi dan Carissa bisa dikatakan dekat. Mereka berdua sering bersama hanya untuk sekedar mengobrol masalah kuliah atau suatu hal yang tidak terlalu penting.

☺☺☺☺☺☺☺☺

Mwolhaedo nan gwaenchana

'Cause we are wild and free

 

Do whatever you want

Gachi teureul kkaego

Yeogi ajiteuro moyeo right now

Step out do what you want

Ildan da haebeoryeo

Chueogeuro namgyeo now or never

(Song by : Stray Kids - Haven)

 

Lagu straykids terdengar dari dalam café chuseyo. Terlihat lelaki dengan hoodie merahnya sedang menatap leptop sedari tadi. Lelaki tersebut berulang kali menyipitkan matanya seperti sedang berfikir serius “Apa lagi yang harus ku tambahkan?” gumamnya. Lelaki yang bernama Dimas itu kemudian membuka tab baru pada leptopnya. Layar leptopnya saat ini bukan lagi memunculkan SketchUp tetapi akun twitter dengan username @Startligh_Fox dan Dn bertuliskan BAYU. Jadi, nama lelaki ini sebenarnya Dimas atau Bayu??

Dimas Aditya Bayu atau biasa dipanggil oleh temannya dengan nama Dimas. Tetapi di media social twitter, dia lebih dikenal dengan nama Bayu. Entah apa alasan dia menggunakan nama belakang untuk dn twitternya. Mungkin dia tidak ingin identitasnya terlalu di expost.

Sesekali dia menyeruput kopi yang mulai dingin yang berada di mejanya. Scroll twitter sudah menjadi kegiatannya di saat senggang ataupun sibuk. Terlihat ada notifikasi chat whatsapp di leptopnya.

“Dimas, lu dimana?” pesan dari salah satu temannya yang bernama Anindya.

“Tempat biasa” Balas Dimas.

“SPA lu sudah sampai mana? Punya gue masih kurang banyak anjir” keluh Anindya.

“Males lah bahas SPA. Punya gue tinggal revisi dikit lagi sih tapi kagak tau mana lagi yang harus di revisi” balas Dimas yang saat ini merasa kesal karena tugas dia yang tidak kunjung selesai.

Anindya dan Dimas bisa dikatakan sahabat dekat. Mereka bertemu di kampus dengan jurusan yang sama. Mahasiswa arsitektur Universitas Pelita Negeri Surabaya. Selain Anindya, Dimas juga memiliki sahabat dekat lainnya yaitu Diva, Fio dan Ahsan. Mereka berempat juga sering berinteraksi di twitter.

Semakin banyak orang yang memasuki café chuseyo. Dimas yang telah berada di dalam café selama hampir 30 menit tidak kunjung pergi. Bagi dia, menikmati waktu sendirian di café menjadi hal yang paling menyenangkan. Menikmati waktunya sendiri dengan leptop pastinya dan tugas – tugas yang memusingkan itu dan tak lupa kopi yang dia beli.

Di depan Dimas terdapat dua orang yang sepertinya sedang memperhatikan Dimas. “Itu loh ganteng” ucap salah satu dari dua orang yang ada di depannya itu dan tentu saja membuat Dimas semakin ke-gr an.

CIIITTT

Terdengar suara pintu terbuka dan terlihat seorang wanita memasuki café dengan totebag berwarna biru dan kedua tangannya memeluk leptop. Dimas melihat wanita itu sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya terhadap layar leptop. “Sepertinya aku pernah melihat dia” batin Dimas yang masih saja tangannya memegang mouse yang sedari tadi menscroll dan membalas jban dari beberapa mutualnya. Walaupun dia merasa kenal tetapi dia juga tidak yakin pernah bertemu dengan wanita itu dimana.

☺☺☺☺☺☺☺☺

Carissa berjalan memasuki café yang sudah mulai ramai. Matanya menelusuri isi café, mencari kak Yola dan kak David yang sudah menunggunya. Setelah menemukan mereka, Carissa segera menghampiri kedua kakak tingkatnya itu. Namun, tanpa sengaja pandangannya melihat seorang lelaki yang sedang sibuk dengan leptopnya. Menarik dan tampan, batin Carissa. Sesampainya di tempat Kak Yola dan kak David, dia langsung menyapa kedua kakak tingkatnya tersebut.

            “Sorry kak telat” ucapnya sambil meletakkan leptop dan totebagnya di samping tempat duduknya.

            “Santuy aja udah. Kita juga baru sampai” Sambut kak Yola yang melihat Carissa sambil tersenyum.

            “Aku tau kamu sibuk” Canda kak David.

            Sebenarnya tujuan mereka bertiga kumpul di sini untuk membahas anggaran dan SPJ an dari kementrian keuangan BEM Universitas. Yaps, Carissa salah satu staff di Kementrian BEM Universitas Negeri Erlangga Surabaya. Sejak pertama bergabung, Carissa sudah sering diberi tugas yang sepertinya tidak diberikan pula kepada teman – temannya di kementrian. Bisa dibilang bahwa Carissa menjadi staff yang sangat di percaya oleh kedua kakak tingkatnya tersebut.

            Mereka bertiga sesekali tertawa karena candaan yang di lontarkan. Lagu yang diputar di dalam café tersebut membuat Carissa tidak sadar bahwa kakinya sedari tadi bergerak mengikuti irama lagu. Bagaimana tidak, café chuseyo merupakan café KPOP yang ada di daerahnya. Selain bisa untuk berkumpul, café tersebut juga sering digunakan jika ada event kpop di daerah itu. Carissa lupa bahwa dia belum membeli minuman karena terlalu asik mengobrol dengan kedua kakak tingkatnya sedari tadi. Dia segera beranjak menuju tempat pemesanan. Namun, lagi – lagi matanya teralihkan pada lelaki yang dia lihat saat pertama kali masuk café ini.

            Carissa memesan minuman bernama spring day, perpaduan susu dan selai strawberry dengan tekstur creamy dan kentel. Menuman yang selalu Carissa pesan setiap datang ke café ini. Sepertinya tidak hanya Carissa saja yang memesan menu spring day, tetapi sebagian pengunjung café pun memesan minuman itu. salah satu minuman favorit di café ini. Setelah memesan, dia kembali ke tempat duduknya tadi dan tentu saja dia tak lupa melirik lelaki yang sedari tadi membuatnya penasaran bahkan saat ini rasa penasaran itu semakin besar.

            Pengunjung terus berdatangan, ada beberapa pula yang sepertinya keluar pergi meninggalkan café. “Atas nama Carissa” panggil bartender yang sudah menyajikan minuman yang tadi Carissa pesan.

            Sudah menjadi hal yang wajar jika ada pesanan dan bartender memanggil nama pemilik pesanan itu, pasti ada saja pengunjung yang memperhatikan pemilik pesanan yang di panggil itu. termasuk lelaki yang sedari tadi membuat Carissa penasaran. Sekilas lelaki tersebut melihat Carissa lalu kembali mengalihkan pandangannya ke leptop dan ntah sibuk melakukan apa dengan leptopnya dari tadi. Mungkin mengerjakan tugas, batin Carissa yang telah kembali ke tempat duduknya lagi.

            Dia meminum minuman itu hingga tersisa separuh. Dia sudah sangat haus dari tadi. Carissa kembali melirik lelaki itu dan terlihat saat ini lelaki itu tidak lagi sendirian. Sepertinya ada temannya yang baru saja tiba. Mereka terlihat seperti seumuran, mungkin teman kampusnya. Carissa yang sedari tadi terus menerus melirik lelaki itu merasa ada yang aneh dengan dirinya.

            Kenapa aku sangat tertarik dengan lelaki itu? gk mungkin aku suka kan? Tidak tidak, ini hanya rasa penasaranku saja.

            Waktu terus berlalu, sudah sekitar 2 jam an Carissa, kak Yola dan Kak David berada di dalam Café. Saat ini mereka bersiap untuk pulang.

            “Aku duluan ya. Bye” Ucap kak Yola yang sudah memakai tas nya dan beranjang meninggalkan Carissa serta Kak David.

            “Iya kak Hati hati ya” balas Carissa sambil melampaikan tangannya.

            “Hati – hati ya Yol” Lanjut kak David.

Saat ini hanya tinggal Carissa dan kak David. Lelaki yang tadi diperhatikan oleh Carissa sepertinya juga akan bersiap untuk pulang. Mengetahui hal itu, Carissa memperlambat pergerakannya agar nanti dia dan lelaki itu dapat keluar bersama dari dalam café.

“Car, mau pulang bareng aku ?” ajak kak David

“Gak usah kak. Aku balik sendiri saja. Lagian aku gak bawa helm juga” tolaknya sambil senyum. Dia juga merasa tidak enak jika harus di antar oleh kak David. Walaupun Carissa susdah menganggap kak David sebagai kakanya sendiri tetapi arah pulang mereka berbeda.

Carissa dan kak David beranjang dari kursinya di saat bersamaan lelaki yang sedari tadi dilirik oleh Carissa pun juga ikut beranjak dan mengikutinya dari belakang. Tiba tiba teman dari lelaki itu mendatangi Carissa.

“Kakaknya stay?” Tanya lelaki itu tepat setelah mereka keluar dari café. Carissa yang terkejut dengan pertanyaan lelaki itu yang secara tiba tiba hanya bisa mengangguk dengan mata yang hampir mau copot, mungkin jantung dia pada saat itu juga akan bergelinding jika tidak berada di dalam tubuhnya. Melihat ternyata benar bahwa wanita yang ada didepannya itu se fandom dengannya, lantas lelaki itu memperkenalkan namanya.

“Aku juga stay. Kenalin aku Fahri. Namamu siapa?” Ucap lelaki itu sambil menyodorkan tangannya. Seperti orang yang pertama kali bertemu pada umumnya. Teman lelaki itu hanya bisa melihat Fahri dengan tatapan malu dan yang pasti menertawakan Fahri secara diam diam. Tak jauh dari situ, kak David juga memperhatikan mereka. Kak david yang sedang mengambil motornya hanya ingin segera mengajak Carissa pergi dari tempat itu karena dia sudah tidak tahan melihat Carissa seperti di goda oleh lelaki lain.

Carissa semakin merasa kaget dengan tingkah lelaki yang baru dia temui ini pun hanya bisa menjawab “Aku Carissa” sambil menerima jabatan tangan dari lelaki itu. Sebenarnya dia lebih penasaran dengan lelaki yang sedari tadi dia lirik pada saat di dalam café, teman Fahri itu. Tapi kenapa lelaki ini yang mengajaknya berkenalan. Pengunjung café yang baru datang pun hanya melirik sekilas apa yang sedang terjadi, perilaku masyarakat pada umumnya. Rasa penasaran yang ada di setiap manusia.

“Bias mu ayen kan? Bias ku Lee know. Punya twitter gk? Ayo mutualan kalau mau hehe” Ajak Fahri sambil malu malu. Melihat tingkah temannya itu, lelaki yang tadi dilirik Carisa ikut merasakan malu. Dia yang sedari tadi duduk di atas sepeda motor menunggu Fahri yang tak kunjung selesai. “Masih lama ta? Aku duluan aja ya” Goda lelaki itu. Kak David yang sudah tidak tahan lagi melihat itu, langsung mengajak Carissa untuk pulang.

“Ayo balik” Ajak kak David yang sudah berada di belakang Carissa dengan motor varionya. Melihat itu Carissa langsung berpamitan kepada Fahri. “Eh… iya bias ku ayen. Salam kenal Fahri. Aku duluan ya Fahri” Pamit nya yang langsung menaiki sepeda motor dan pergi bersama kak David. Selama perjalanan, Carissa diam sambil memikirkan hal yang terjadi tadi. Fahri? Kenapa aku langsung pergi? Niat dia baik mengajak ku mutualan di twitter dan mungkin dengan begitu aku akan mengetahui siapa laki – laki yang bersama Fahri tadi. Ahhh bodoh sekali Carissa!!” Kesalnya.


SEE YOU DI BAB 2!!

SIAPAPUN YANG BACA, MOHON SARAN DAN KRITIKNYA YA ☺

ITU SANGAT MEMBANTU AKU SEBAGAI PENULIS CERITA INI. AGAR BAB 2 LEBIH BAIK DARI BAB 1

💜THANK YOU💜

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari ke dua PKKMB

Hari pertama PKKMB FENESA 2019

Toleransi Terhadap teman Yang Berbeda Daerah Dengan Kita