Burung Biru
“Awal Tidak Selalu Menjadi Pembuka Sebuah Cerita”
Pagi itu, terik matahari menembus jendela kamar dan
membuat seseorang yang ada di sana terbangun. Wanita itu merenggangkan badannya
dan sesekali menguap. Semalam dia baru tidur jam 3 dini hari. Bukan karena
belajar, tetapi sibuk dengan akun twitternya yang setiap hari tak pernah
terlewatkan. Bagi Carissa, bermain twitter sudah menjadi prioritasnya saat ini, karena di sana ada seseorang yang dia suka sejak 6 bulan lalu.
Carissa segera bersiap untuk mengikuti kelas pagi. Sialnya, dia harus megantri selama sekitar 10 menit karena pada saat dia bangun ternyata kamar mandi sudah ada kakak kelasnya yang lebih dulu memasuki kamar mandi kos. Tentu saja selama 10 menit menunggu hal yang di lakukan Carissa yaitu mengscroll twitter yang pada pagi ini belum ada notifikasi. 10 menit telah berlalu dan kamar mandi kos terlihat kosong. Carissa segera meletakkan ponselnya di atas kasur lalu bersiap untuk mandi. Sekitar 20 menit dia mandi dan bersiap untuk berangkat. Carissa mengambil ponsel untuk mengecek jam "sial aku terlambat" ucapnya. Jam sudah menunjukkan pukul 06.50 tepat 10 menit lagi kelas akuntansi intermediate akan segera di mulai tetapi Carissa masih saja berada di kamar kos.
Ponsel Carissa berdering
"Lo dimana ? Cepatlah jangan sampai terlambat. Tau kan kalau terlambat lo gak bakalan dibolehin masuk kelas oleh pak
puji" ucap sahabat nya di seberang telepon.
"Gue masih di kos. Setelah ini berangkat. Gue titip kursi ya" ucapnya yang sibuk memakai sepatu dengan ponsel yang tergeletak di lantai
"Iya iya aman kalau kursi" panggilan telepon
pun terputus dan Carissa pun segera berlari menuju kampus.
Carissa berusaha berlari semampunya agar sampai di
kelas sebelum pukul 07.00. Banyak mahasiswa yang lalu-lalang dan sesekali melihat
Carissa dengan pandangan bingung. Dia tidak peduli dengan orang – orang yang
ada di sekelilingnya. Yang dia fikirkan saat ini, bagaimana caranya agar dia
tidak terlambat masuk kelas. Dengan totebag biru di tangannya, dia terus
berlari. Sesampainya di dekat gedung A, tiba tiba ada yang menabraknya
BUUG
Bahu Carissa terasa sakit, namun dia tidak Peduli dan menghiraukan
orang itu. Dia buru - buru meninggalkan tanpa mengucap sepatah kata pun. Orang
yang dia tabrak hanya menatap Carissa sambil memperhatikan wanita itu hingga
hilang memasuki lorong kelas.
Carissa memasuki kelas dengan nafas tidak beraturan
“hampir saja terlambat”.
Zana teman Carissa yang tadi pagi menelepon hanya bisa
tertawa “Lo kesiangan pasti kan. Makanya jangan begadang”.
Carissa yang masih mengatur nafas hanya bisa menatap
sahabatnya dengan wajah memelas. Ruangan kelas sudah hampir penuh, jam telah
menunjukkan pukul 07.00 tetapi dosen belum juga memasuki kelas. Ada beberapa
dosen yang tepat waktu tapi tak jarang juga karena beberapa alasan yang
mengakibatkan dosen sering telat memasuki kelas. Kita sebagai mahasiswa hanya
bisa sabar menunggu sampai ada konfirmasi apa kelas tetap ada atau libur atau
bahkan di ganti hari lain jika dosen berhalangan hadir. Anak – anak yang lain
sudah mulai banyak yang berfikiran bahwa kelas pagi ini akan kosong tetapi
banyak juga yang merasa bahwa bisa saja dosen hanya telat. PJ atau
penanggungjawab kelas dari tadi sudah di desak oleh yang lain untuk segera
menghubungi dosen. Karena yang lain merasa jika memang hari ini kosong atau
tidak ada kelas, lebih baik mereka pulang dan melakukan aktivitas lain daripada
menunggu dan hanya membuang – buang waktu.
“Jadi kelas atau tidak sih?” Tanya salah satu
mahasiswa yang kesal.
“Kosong udah nih pasti kosong” Saut salah satu
mahasiswa laki – laki
Carissa merasa bahwa kelas pagi ini akan kosong karena Pak Puji, Dosen yang mengajar mata kuliah pagi ini biasanya akan datang tepat waktu. Itulah sebabnya, dia pagi ini harus berlarian agar tidak terlambat memasuki kelas. Tiba – tiba Intan PJ matkul akuntansi intermediet berkata sedikit agak keras agar teman – temannya mendengar
“Heh gengs, pak Puji baru ngasi kabar. Ternyata kelas
hari ini kosong karena bapaknya ada rapat di rektorat”.
Mendengar berita itu, mahasiswa yang ada di kelas itu bersorak
“yey kosong. Pulang!!” Ada beberapa anak yang menyauti “tau gitu aku tidak usah
berangkat. Make up ku terbuang sia sia”. Carissa yang tadi pagi tergesa – gesa
berangkat ke kampus pun merasa kesal
“Ya ampun. Kenapa gak bilang dari tadi pagi saja”
ucapnya sambil menenggelamkan wajah di antara kedua tangannya di atas meja.
Satu persatu mereka keluar dari kelas. Namun, masih ada
beberapa mahasiswa yang tetap di kelas hanya untuk mengobrol dan menyejukkan
badan dengan AC yang ada di kelas. Hal yang biasa dilakukan oleh mahasiswa jika
kelas kosong, mereka akan kembali ke kos atau rumah masing masing tetapi ada
pula yang pergi ke ruang ormawa seperti BEM dan HIMA. Di kelas ini pun sama,
hampir separuh anak menjadi budak proker. Yaps, istilah yang sering dipakai
oleh lainnya untuk mengolok – ngolok mereka yang selalu bilang kalau dirinya
sibuk dengan organisasi dan kepanitiaan. Carissa pun begitu, tahun ini dia
menjadi salah satu staff di Kementrian Keuangan BEM Universitas. Rapat rapat dan
rapat menjadi aktivitas yang hampir setiap minggu bahkan setiap hari dia
lakukan. Tidak hanya itu saja, dia juga sering diminta untuk menjadi panitia
kegiatan HIMA jurusannya. Walau sudah sering di sindir oleh orang tuanya karena
terlalu sibuk dengan rapat dan kegiatan organisasi, Carissa tidak
memperdulikannya. Bagi dia, selama hal itu membuatnya bahagia dan tidak kerepotan ya
akan dia lakukan. Meskipun rasa lelah dan sering mengeluh tetap ada.
“Daripada
pulang ke kos, gimana kalau kita ke kantin? gue belum sarapan” ajak qatrin yang
sedari tadi fokus pada ponselnya, mengscroll Instagram
“Pulang aja yuk. Gue mau masak di kos” tolak Zana
“Pulang aja udah. Hemat. Makan di kos aja” ucap
Carissa sambil ketawa kecil.
Sudah menjadi kebiasaan Carissa bila ada yang mengajaknya
untuk makan ke kantin pasti dia bilang HEMAT, HEMAT dan HEMAT. Bagi dia,
daripada uang di pakai untuk membeli makanan di kantin yang harganya lebih
mahal. Lebih baik beli makanan di dekat kos atau masak di kos dan uang nya bisa
dia pakai untuk membeli Merchandise KPOP.
Lebih baik aku
kelaparan daripada tidak membeli album dan photocard bias. Prinsip
Carissa sejak dia bisa mengumpulkan uang dari jatah bulanannya yang nantinya
akan dia gunakan untuk membeli printilan kpop. Kata HEMAT yang sering dia
ucapkan tidak akan berlaku kali ini. Menurutnya jika membeli makanan hanya akan
menjadi makanan dna berakhir di WC tetapi jika membeli Merchandise KPOP akan dapat menguntungkan baginya. Selain untuk
koleksi pribadi, dia juga bisa menjualnya kepada teman se-fandom yang memiliki
bias berbeda dengannya. Carissa pernah menghabiskan uang senilai Rp400.000
hanya untuk membeli photocard 6 biji. Teman – teman dia yang mendengar hal itu
banyak yang sampai berfikiran bahwa Carissa sangat boros. Tetapi bagi Carissa
hal itu bukan sesuatu hal yang dapat merugikan atau bahkan bisa sampai
membuatnya miskin.
Carissa dan
teman – temannya pun kembali ke kos
masing – masing. Di tengah perjalanan kembali kos, Carissa berhenti sejenak
untuk membeli lauk yang akan dia makan. Selama perjalanan kembali ke kos, mereka
bertiga tak berhenti untuk mengobrol. Pada saat itu banyak mahasiswa yang baru
akan berangkat menuju kampus dan ada pula yang akan kembali pulang seperti
mereka bertiga. Mereka juga menyapa orang yang mereka temui di sana. Ya tentu
saja orang yang mereka kenal. Di depan Gang 5A mereka berpisah, kos Carissa berada
di Gang 5A sedangkan Qatrin di 5B dan Zana di 5C.
Sesampainya di kamar kos, Carissa meletakkan totebag
biru yang selalu dia pakai kuliah dan istirahat sebentar di Kasur. Setelah merasa
lelahnya hilang, Carissa beranjak ke meja belajarnya lalu membuka leptop karena
teringat ada tugas yang harus segera dia selesaikan.
TUNG
Suara notifikasi di ponselnya berbunyi.
-@starlight_fox membuat twit-
Kancingnya hilang *Emoji ketawa*
‘Send pict ayen’
Carissa membuka ponselnya, melihat notifikasi
tersebut. Senyum bahagia terpancar di wajahnya. Bagaimana tidak bahagia jika
notifikasi tersebut berasal dari orang yang spesial baginya. Twit pertama di
hari ini dari lelaki yang bernama Bayu. Lelaki yang dia kenal melalui social
media twitter. Sudah hampir 6 bulan lamanya dia mengenal Bayu. Bukan hanya
mengenal tetapi selama mengenal Carissa juga memiliki perasaan lebih terhadap
lelaki itu. walau mereka tidak pernah bertemu secara langsung. Mungkin untuk
sebagian orang menyukai seseorang yang belum pernah ketemu itu adalah suatu hal
yang tidak masuk akal bahkan ada yang menganggapnya aneh. Namun, bagi Carissa
itu tidak berlaku. Menurutnya perasaan suka terhadap seseorang itu suatu hal
yang wajar karena terkadang memang kita tidak bisa mengontrol hal tersebut. Perasaan
yang mulai timbul sejak awal bermutual dengan lelaki itu. interaksi mereka di
twitter membuat Carissa mulai tertarik dengan Bayu. Berawal dari cuitan Bayu
yang lewat di timeline Carissa, lalu wanita ini mulai menstalking akun Bayu dan
bio lelaki itu membuatnya mulai penasaran.
Arch’18
Fanboy, seumuran
dan sepertinya tampan. Tipe lelaki yang selalu Carisa
idamkan. “Ternyata ayen punya fanboy juga dan seumuran dengan ku” batin Carissa
pada saat membaca tulisan yang terdapat di bio twitter Bayu. Mulailah dia
berusaha untuk mencari tau tentang bayu dan mencari cara agar mereka bisa
berteman. Tiap hari bereka jb – jb an (istilah yang digunakan anak twitter pada
saat saling interaksi) hingga akhirnya suatu ketika terjadi kehebohan di
twitter. Ada faker yang mengaku jadi fanboy straykids. Itu menjadi alasan
Carissa untuk mencoba berinteraksi dengan Bayu melalui fitur dm. Setelah itu
mereka semakin dekat. Yang awalnya hanya membahas masalah kpop, sekarang mulai
membahas masalah kuliah walau pembahasan mereka berdua tergolong pembicaraan
tidak jelas.
Carissa merasa selama mengenal Bayu, lelaki ini susah untuk di dekati. Bisa dibilang dia lelaki yang lumayan dingin. Carisa berusaha untuk mencari perhatian ke Bayu. Apapun yang Bayu twit pasti di situ ada Jb an dari Carissa, seperti pada hari ini.
Ayen makin besar ya om. Udh siap ngelamar aku. Reply @_Carissakim
Wkwkwkkw. Masih pagi sudah halu saja.
Reply @starlight_Fox
Melihat itu, carissa semakin bahagia dan senyumnya
semakin melebar. Hatinya berbunga bunga setiap melihat cuitan dari lelaki itu. Carissa
yang masih sibuk scroll twitter nya tidak sadar bahwa sudah 2 jam dia melakukan
aktivitas itu. Padahal tadi dia berniat akan mengerjakan tugas.
"kenapa sudah jam segini saja. Jam 10 aku kan ada
janji" umpat nya. Carissa mematikan leptopnya dan segera bersiap untuk
pergi.
TOK TOK TOK.
Pintu kamarnya berbunyi seperti ada yang mengetuk.
"kak carissa di dalam?" tanya orang yang
tadi mengetuk pintu.
"iya. Masuk aja" ucap carissa yang sedang
berkaca untuk mengecek make up nya. Mendengar itu, Devi membuka pintu kamar
lalu berjalan menuju kasur sambil memandang carissa.
"kak mau kemana ? Tadi g kuliah?" tanyanya.
"mau ke cafe ada janji sama anak anak kemenkeu"
ucap carissa buru - buru.
"oh yasudah hati hati ya" Devi keluar kamar meninggalkan carissa yang sedang membereskan leptop yang akan dia bawa pergi. Setelah itu dia bergegas mengunci kamar dan pergi menuju café. Devi dan Carissa bisa dikatakan dekat. Mereka berdua sering bersama hanya untuk sekedar mengobrol masalah kuliah atau suatu hal yang tidak terlalu penting.
☺☺☺☺☺☺☺☺
Mwolhaedo
nan gwaenchana
'Cause
we are wild and free
Do
whatever you want
Gachi
teureul kkaego
Yeogi
ajiteuro moyeo right now
Step
out do what you want
Ildan
da haebeoryeo
Chueogeuro
namgyeo now or never
(Song by : Stray
Kids - Haven)
Lagu straykids terdengar dari dalam café chuseyo.
Terlihat lelaki dengan hoodie merahnya sedang menatap leptop sedari tadi.
Lelaki tersebut berulang kali menyipitkan matanya seperti sedang berfikir
serius “Apa lagi yang harus ku tambahkan?” gumamnya. Lelaki yang bernama Dimas itu
kemudian membuka tab baru pada leptopnya. Layar leptopnya saat ini bukan lagi
memunculkan SketchUp tetapi akun
twitter dengan username @Startligh_Fox dan
Dn bertuliskan BAYU. Jadi, nama lelaki ini sebenarnya Dimas
atau Bayu??
Dimas Aditya Bayu atau biasa dipanggil oleh temannya
dengan nama Dimas. Tetapi di media social twitter, dia lebih dikenal dengan
nama Bayu. Entah apa alasan dia menggunakan nama belakang untuk dn twitternya.
Mungkin dia tidak ingin identitasnya terlalu di expost.
Sesekali dia menyeruput kopi yang mulai dingin yang
berada di mejanya. Scroll twitter sudah menjadi kegiatannya di saat senggang
ataupun sibuk. Terlihat ada notifikasi chat whatsapp di leptopnya.
“Dimas, lu dimana?” pesan dari salah satu temannya
yang bernama Anindya.
“Tempat biasa” Balas Dimas.
“SPA lu sudah sampai mana? Punya gue masih kurang
banyak anjir” keluh Anindya.
“Males lah bahas SPA. Punya gue tinggal revisi dikit
lagi sih tapi kagak tau mana lagi yang harus di revisi” balas Dimas yang saat
ini merasa kesal karena tugas dia yang tidak kunjung selesai.
Anindya dan Dimas bisa dikatakan sahabat dekat. Mereka
bertemu di kampus dengan jurusan yang sama. Mahasiswa arsitektur Universitas
Pelita Negeri Surabaya. Selain Anindya, Dimas juga memiliki sahabat dekat
lainnya yaitu Diva, Fio dan Ahsan. Mereka berempat juga sering berinteraksi di
twitter.
Semakin banyak orang yang memasuki café chuseyo. Dimas
yang telah berada di dalam café selama hampir 30 menit tidak kunjung pergi.
Bagi dia, menikmati waktu sendirian di café menjadi hal yang paling
menyenangkan. Menikmati waktunya sendiri dengan leptop pastinya dan tugas –
tugas yang memusingkan itu dan tak lupa kopi yang dia beli.
Di depan Dimas terdapat dua orang yang sepertinya
sedang memperhatikan Dimas. “Itu loh ganteng” ucap salah satu dari dua orang
yang ada di depannya itu dan tentu saja membuat Dimas semakin ke-gr an.
CIIITTT
Terdengar suara pintu terbuka dan terlihat seorang wanita memasuki café dengan totebag berwarna biru dan kedua tangannya memeluk leptop. Dimas melihat wanita itu sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya terhadap layar leptop. “Sepertinya aku pernah melihat dia” batin Dimas yang masih saja tangannya memegang mouse yang sedari tadi menscroll dan membalas jban dari beberapa mutualnya. Walaupun dia merasa kenal tetapi dia juga tidak yakin pernah bertemu dengan wanita itu dimana.
☺☺☺☺☺☺☺☺
Carissa
berjalan memasuki café yang sudah mulai ramai. Matanya menelusuri isi café,
mencari kak Yola dan kak David yang sudah menunggunya. Setelah
menemukan mereka, Carissa segera menghampiri kedua kakak tingkatnya itu. Namun,
tanpa sengaja pandangannya melihat seorang lelaki yang sedang sibuk dengan
leptopnya. Menarik dan tampan, batin Carissa. Sesampainya di tempat Kak Yola
dan kak David, dia langsung menyapa kedua kakak tingkatnya tersebut.
“Sorry kak telat” ucapnya sambil
meletakkan leptop dan totebagnya di samping tempat duduknya.
“Santuy aja udah. Kita juga baru
sampai” Sambut kak Yola yang melihat Carissa sambil tersenyum.
“Aku tau kamu sibuk” Canda kak David.
Sebenarnya tujuan mereka bertiga
kumpul di sini untuk membahas anggaran dan SPJ an dari kementrian keuangan BEM
Universitas. Yaps, Carissa salah satu staff di Kementrian BEM Universitas
Negeri Erlangga Surabaya. Sejak pertama bergabung, Carissa sudah sering diberi
tugas yang sepertinya tidak diberikan pula kepada teman – temannya di
kementrian. Bisa dibilang bahwa Carissa menjadi staff yang sangat di percaya
oleh kedua kakak tingkatnya tersebut.
Mereka bertiga sesekali tertawa
karena candaan yang di lontarkan. Lagu yang diputar di dalam café tersebut
membuat Carissa tidak sadar bahwa kakinya sedari tadi bergerak mengikuti irama
lagu. Bagaimana tidak, café chuseyo merupakan café KPOP yang ada di daerahnya. Selain
bisa untuk berkumpul, café tersebut juga sering digunakan jika ada event kpop
di daerah itu. Carissa lupa bahwa dia belum membeli minuman karena terlalu asik
mengobrol dengan kedua kakak tingkatnya sedari tadi. Dia segera beranjak menuju
tempat pemesanan. Namun, lagi – lagi matanya teralihkan pada lelaki yang dia
lihat saat pertama kali masuk café ini.
Carissa memesan minuman bernama
spring day, perpaduan susu dan selai strawberry dengan tekstur creamy dan
kentel. Menuman yang selalu Carissa pesan setiap datang ke café ini. Sepertinya
tidak hanya Carissa saja yang memesan menu spring day, tetapi sebagian
pengunjung café pun memesan minuman itu. salah satu minuman favorit di café
ini. Setelah memesan, dia kembali ke tempat duduknya tadi dan tentu saja dia
tak lupa melirik lelaki yang sedari tadi membuatnya penasaran bahkan saat ini
rasa penasaran itu semakin besar.
Pengunjung terus berdatangan, ada beberapa pula yang sepertinya keluar pergi meninggalkan café. “Atas nama Carissa” panggil bartender yang sudah menyajikan minuman yang tadi Carissa pesan.
Sudah menjadi hal yang wajar jika
ada pesanan dan bartender memanggil nama pemilik pesanan itu, pasti ada
saja pengunjung yang memperhatikan pemilik pesanan yang di panggil itu.
termasuk lelaki yang sedari tadi membuat Carissa penasaran. Sekilas lelaki
tersebut melihat Carissa lalu kembali mengalihkan pandangannya ke leptop dan
ntah sibuk melakukan apa dengan leptopnya dari tadi. Mungkin mengerjakan tugas,
batin Carissa yang telah kembali ke tempat duduknya lagi.
Dia meminum minuman itu hingga
tersisa separuh. Dia sudah sangat haus dari tadi. Carissa kembali melirik
lelaki itu dan terlihat saat ini lelaki itu tidak lagi sendirian. Sepertinya
ada temannya yang baru saja tiba. Mereka terlihat seperti seumuran, mungkin
teman kampusnya. Carissa yang sedari tadi terus menerus melirik lelaki itu
merasa ada yang aneh dengan dirinya.
Kenapa
aku sangat tertarik dengan lelaki itu? gk mungkin aku suka kan? Tidak tidak, ini
hanya rasa penasaranku saja.
Waktu terus berlalu, sudah sekitar 2
jam an Carissa, kak Yola dan Kak David berada di dalam Café. Saat ini mereka
bersiap untuk pulang.
“Aku duluan ya. Bye” Ucap kak Yola
yang sudah memakai tas nya dan beranjang meninggalkan Carissa serta Kak David.
“Iya kak Hati hati ya” balas Carissa
sambil melampaikan tangannya.
“Hati – hati ya Yol” Lanjut kak
David.
Saat ini hanya tinggal Carissa dan kak David. Lelaki
yang tadi diperhatikan oleh Carissa sepertinya juga akan bersiap untuk pulang.
Mengetahui hal itu, Carissa memperlambat pergerakannya agar nanti dia dan
lelaki itu dapat keluar bersama dari dalam café.
“Car, mau pulang bareng aku ?” ajak kak David
“Gak usah kak. Aku balik sendiri saja. Lagian aku gak
bawa helm juga” tolaknya sambil senyum. Dia juga merasa tidak enak jika harus
di antar oleh kak David. Walaupun Carissa susdah menganggap kak David sebagai
kakanya sendiri tetapi arah pulang mereka berbeda.
Carissa dan kak David beranjang dari kursinya di saat
bersamaan lelaki yang sedari tadi dilirik oleh Carissa pun juga ikut beranjak
dan mengikutinya dari belakang. Tiba tiba teman dari lelaki itu mendatangi
Carissa.
“Kakaknya stay?” Tanya lelaki itu tepat setelah mereka
keluar dari café. Carissa yang terkejut dengan pertanyaan lelaki itu yang
secara tiba tiba hanya bisa mengangguk dengan mata yang hampir mau copot,
mungkin jantung dia pada saat itu juga akan bergelinding jika tidak berada di
dalam tubuhnya. Melihat ternyata benar bahwa wanita yang ada didepannya itu se
fandom dengannya, lantas lelaki itu memperkenalkan namanya.
“Aku juga stay. Kenalin aku Fahri. Namamu siapa?” Ucap
lelaki itu sambil menyodorkan tangannya. Seperti orang yang pertama kali
bertemu pada umumnya. Teman lelaki itu hanya bisa melihat Fahri dengan tatapan
malu dan yang pasti menertawakan Fahri secara diam diam. Tak jauh dari situ,
kak David juga memperhatikan mereka. Kak david yang sedang mengambil motornya
hanya ingin segera mengajak Carissa pergi dari tempat itu karena dia sudah
tidak tahan melihat Carissa seperti di goda oleh lelaki lain.
Carissa semakin merasa kaget dengan tingkah
lelaki yang baru dia temui ini pun hanya bisa menjawab “Aku Carissa” sambil
menerima jabatan tangan dari lelaki itu. Sebenarnya dia lebih penasaran dengan
lelaki yang sedari tadi dia lirik pada saat di dalam café, teman Fahri itu. Tapi
kenapa lelaki ini yang mengajaknya berkenalan. Pengunjung café yang baru datang
pun hanya melirik sekilas apa yang sedang terjadi, perilaku masyarakat pada
umumnya. Rasa penasaran yang ada di setiap manusia.
“Bias mu ayen kan? Bias ku Lee know. Punya twitter gk?
Ayo mutualan kalau mau hehe” Ajak Fahri sambil malu malu. Melihat tingkah temannya itu, lelaki yang tadi dilirik Carisa ikut merasakan malu. Dia yang
sedari tadi duduk di atas sepeda motor menunggu Fahri yang tak kunjung selesai.
“Masih lama ta? Aku duluan aja ya” Goda lelaki itu. Kak David yang sudah tidak
tahan lagi melihat itu, langsung mengajak Carissa untuk pulang.
“Ayo balik” Ajak kak David yang sudah berada di belakang Carissa dengan motor varionya. Melihat itu Carissa langsung berpamitan kepada Fahri. “Eh… iya bias ku ayen. Salam kenal Fahri. Aku duluan ya Fahri” Pamit nya yang langsung menaiki sepeda motor dan pergi bersama kak David. Selama perjalanan, Carissa diam sambil memikirkan hal yang terjadi tadi. Fahri? Kenapa aku langsung pergi? Niat dia baik mengajak ku mutualan di twitter dan mungkin dengan begitu aku akan mengetahui siapa laki – laki yang bersama Fahri tadi. Ahhh bodoh sekali Carissa!!” Kesalnya.
SEE YOU DI BAB 2!!
SIAPAPUN YANG BACA, MOHON SARAN DAN KRITIKNYA YA ☺
ITU SANGAT MEMBANTU AKU SEBAGAI PENULIS CERITA INI. AGAR BAB 2 LEBIH
BAIK DARI BAB 1
💜THANK YOU💜

Komentar
Posting Komentar